IP
Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2010

lucu-lucuan (biar kg stres)

Kadang di dalam hidup ini, kita menemukan berbagai macam masalah, ada orang yang bisa melewatinya, ada juga orang yang jadi "stress" dibuatnya. kadang-kadang dalam menjalani kehidupan ini ada juga orang yang bisa kehilangan "sense of Humor"-nya atau klo bahasa kitanya mah selera humor gitu...
Apakah anda termasuk orang itu?? ini dia udah ane pilihin beberapa humor (jokes) yang menurut ane lucu banget:

1. Kenapa kuda delman pakai kacamata yang cuma bisa melihat ke arah depan?
>>> Supaya nggak melihat kusirnya waktu dibayar penumpang, nanti minta bagian lagi...

2. Waktu tanggal 10 Nopember 1945 ada 10 prajurit ikut perang, eh ketembak satu. Sekarang prajuritnya tinggal berapa?
>>> Tinggal 1009 orang, khan ada lagunya "....gugur satu, tumbuh s'ribu...."

3. Bila gajah jadi ayam, lalu singa jadi ayam, dan kambing jadi ayam. Maka ayam menjadi apa?
>>> Ayam jadi banyak.

4. Bagaimana caranya masukin gajah ke dalem kulkas?
>>> ya buka kulkasnya, masukin gajahnya, tutup lagi kulkasnya.

5. Trus bagaimana caranya masukin jerapah kedalem kulkas? secara jerapah lehernya panjang.
>>> gampang,, buka kulkasnya keluarin gajahnya, masukin jerapahnya, tutup lsgi dah kulkasnya.

6. Mengapa kodok kalau mau nyebrangi rel kereta mesti loncat?
>>> Karena kalau mau muter kejauhan.

7. Pada suatu hari raja hutan mengadakan rapat sama seluruh penghuni hutan, semua hewan dan tumbuhan di undang, pertanyaannya siapa yang kaga dateng?
>>> hmmm, yang kaga dateng jerapah dong, kan ada di dalem kulkas...

hahahaha

bagaimana? terkadang manusia perlu sedikit tertawa hanya untuk menghilangkan penat. Tapi jangan juga kebanyakan ya! Nanti penatnya kaga ilang, gila iya tuh.
:D

eh iya lupa, GITUUUUU!

Sabtu, 23 Januari 2010

sebuah renungan: pentingnya ilmu

zaman dahulu seorang yang diangkat menjadi hakim bukan karena ilmunya, akan tetapi karena kedekatannya dengan raja yang pada saat itu berkuasa.
pada suatu hari seorang maling tertangkap basah mencuri di rumah seorang saudagar kaya, pencuri berhasil ditangkap karena kusen jendela yang menjadi tempat sang maling masuk', tiba-tiba rusak. walhasil kusen jendela menimpa badan sang maling, dan mudah diringkus oleh saudagar pemilik rumah. kejadian ini langsung dibawa kemeja hijau, dengan hakim kerabat raja tersebut.

setelah tiba di ruang pengadilan saudagar berkata kepada sang hakim "wahai hakim, orang ini telah masuk kerumah saya tanpa izin dan berniat yang tidak baik dirumah saya, dan telah merusak kusen yang baru beberapa minggu di pasang, saya mohon keadilan dengan menhukum orang ini seberat-beratnya".

Karena si maling mengetahui bahwa hakim ini bukanlah hakim yang cerdas...

Si maling mengelak seraya memohon belas kasihan "seharusnya saya yang memohon keadilan wahai hakim, saudagar ini telah melakukan kecerobohan dengan memasang kusen yang rapuh sehingga kusen tersebut mencelakakan saya..."

hakim bertanya "benarkah itu saudagar kaya? kalau begitu kamu saudagar yang pantas mendapat hukuman" menggertak...

"tapi... tapi" sangkal saudagar.
"tapi apa?..." lanjut hakim.

seraya berfikir saudagar mencari-cari alasan lain karena dia tahu bahwa hakim ini bukan hakim yang pintar.
"tapi pak hakim, yang memasang kusen itu bukan saya, melainkan tukang kayu yang ada di ujung jalan kota ini" jawabnya cepat.

"BENARKAH ITU???" tanya sang hakim..
"PENGAWAAAAL...! CEPAT BAWA KEMARI TUKANG KAYU ITU..." perintahnya pada pengawal pengadilan.
tidak beberapa lama, tibalah sang tukang kayu dengan wajah yang heran tak tahu apa-apa.
"wahai kau tukang kayu! apakah benar kamu yang memasang kusen dirumah saudagar ini?" tanya hakim.
"benar tuan" jawabnya cepat.
"baiklah sekarang sudah jelas bahwa yang bersalah adalah tukang kayu ini. hukum dia dengan hukuman gantung" putus sang hakim cepat.

Si tukang kayu yang tidak tahu apa-apa menurut saja ketika dia mendapat putusan yang membuat dia sendiri bingung.

setelah tiba di tiang gantungan, sang algojo dikagetkan dengan kenyataan bahwa tinggi si tukang kayu itu lebih tinggi dari pada tiang gantungannya, sehingga tidak dapat menggantung si tukang kayu. hal ini spontang di laporkan kepada sang hakim.

"lapor tuan hakim, ternyata si tukang kayu terlalu tinggi" lapor algojo.
"APA...?" sang hakim terkaget sambil berfikir jalan yang terbaik.
setelah beberapa saat, sang hakim berhasil menemukan ide yang sama bodohnya dengan ide-ide sebelumnya.
"algojo! bukankah tukang kayu di negri ini tidaklah hanya dia seorang?" tanya hakim.
"benar tuan,lalu?" tanya algojo.
"cepat cari tukang kayu lain yang tingginya tidak melebihi dari tiang gantungan itu!" perintahnya lagi.
"baik tuan" jawab algojo cepat.
walhasil, orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus kusen ini yang di hukum gantung, hanya karena dia seorang tukang kayu.

Dari cerita fiksi (bisa dibilang fiksi ilmiah, karena dapat pula ditemukan didunia nyata:red) diatas dapat diambil suatu pelajaran bahwa betapa pentingnya ilmu didalam kehidupan ini. Mengambil keputusan tidak dengan ilmu tidak akan menyelesaikan masalah, malah bisa membuat orang yang salah menjadi benar dan orang yang benar menjadi salah, dan juga merugikan orang lain yang tidak memiliki hubungan.

dengan blog ini semoga bisa menjadi sarana berbagi ilmu, baik dari penulis maupun pembaca blog ini.., seperti yang telah disampaikan di judul atas blog ini "dengan membagi ilmu, tidak akan mengurangi ilmu yang kita milki, akan tetapi bisa menambah"

Wallahu'alam bi shshowab

sumber cerita: majalah hidayah