IP

Sabtu, 20 Februari 2010

Ponsel Nokia 'Minum' Coca Cola


VIVAnews - Setiap pemilik ponsel yang sedang berada di luar ruangan pasti akan kelimpungan bila ponselnya mati karena kehabisan baterai. Namun, itu tidak berlaku bagi Daizi Zheng, seorang desainer produk asal China.

Zheng tak perlu repot mencari cafe yang menyediakan colokan listrik. Ia hanya perlu mencari warung di pinggir jalan, membeli sebotol Coca Cola atau minuman soda manis lainnya, lalu 'meminumkannya' ke ponsel miliknya.

Sebab, ketika kehabisan tenaga, ponsel Zheng tak membutuhkan asupan listrik, melainkan soda manis.

"Sepanjang riset yang saya lakukan, baterai ponsel yang ada selama ini terlalu mahal, memboroskan sumber daya alam dalam proses manufakturnya, serta potensial bermasalah dan membahayakan lingkungan," kata Zheng seperti dikutip dari situs Mashable

Dengan menggunakan baterai bio itu pengguna menggantikan baterai tradisional yang selama ini mencemari lingkungan.

Baterai bio itu sangat ramah lingkungan karena membangkitkan listrik dari karbohidrat (terutama gula) dan menggunakan karbohidrat itu sebagai katalis. Selama menyuplai energi kepada ponsel, ia akan terurai menjadi osigen dan air.

Hasilnya tak mengecewakan, ponsel Zheng bisa beroperasi tiga hingga empat kali lebih lama ketimbang baterai ponsel Lithium-Ion biasa. Tapi, ponsel ini masih belum dijual secara luas, karena masih merupakan ponsel konseptual yang ia rancang untuk Nokia.

Bila nantinya ponsel ini bakal benar-benar terwujud, ponsel ini tak hanya sekadar ramah lingkungan, namun sangat tepat digunakan di ruangan terbuka. Bila sang pemilik ponsel sedang kepanasan dan kehausan, teguk saja sedikit Coca Cola yang masih tersisa di ponsel ini.

Rabu, 17 Februari 2010

Pagi Ini, Jakarta Diguyur Hujan Deras

VIVAnews -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Ibukota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Kepulauan Seribu sepanjang Kamis 18 Februari 2010 berawan hingga diguyur hujan berintensitas ringan sampai sedang.

Cuaca di pagi hari, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Tangerang, Bekasi, dan Depok diguyur hujan deras. Sedangkan di Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, dan Bogor diramalkan turun hujan dengan intensitas ringan.

Hujan ini diperkirakan akan berlanjut hingga siang hari. Namun di Kepulauan Seribu yang tadinya hujan diprediksi menjadi berawan. Sedangkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang.

Kemudian pada malam hari, cuaca sedikit berubah lagi. Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Tangerang, dan Bekasi berawan. Sedangkan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, Bogor, dan Depok diprediksi hujan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang dan kadang lebat, terutama yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, dan Depok akan disertai kilat, petir, dan angin kencang.
• VIVAnews

Bolehkah Mengemudi Ketika Hamil?


VIVAnews - Bagi wanita yang terbiasa mengemudi mobil saat beraktivitas, mungkin tak ingin mengubah kebiasaan ini meski sedang mengandung. Namun, agar kehamilan aman dan tidak berisiko mengganggu janin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Simak tips yang dikutip dari mommeworld.com, berikut ini:

1. Usia kehamilan mempengaruhi risiko saat mengemudi. Periode paling aman bagi ibu hamil untuk mengemudi adalah pada waktu trimester kedua (14-28 minggu). Sedangkan pada trimester pertama dan ketiga, kurangilah aktivitas berkendara. Pasalnya, masa awal kehamilan adalah masa sulit morning sickness dan menjelang persalinan ibu hamil seringkali sulit bertahan duduk dalam waktu lama.

2. Hindari permukan jalan berlubang, tikungan tajam, polisi tidur, serta rem mendadak. Usahakan tidak mengemudi lebih dari 6 jam dalam sehari, karena kondisi terlalu lelah dapat memicu kontraksi dini yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran. Lakukanlah peregangan setidaknya setiap 90 menit. Bila terpaksa melakukan perjalanan jauh, mintalah seseorang untuk mendampingi.

3. Pemakaian sabuk pengaman yang benar adalah menyilang di tengah payudara, dan tidak mengikat perut bagian tengah. Pastikan sabuk melintang di bawah perut, di sekitar tulang panggul. Atur pemasangan sabuk senyaman mungkin, dan jarak antara perut dengan kemudi tidak terlalu dekat.

• VIVAnews