IP

Selasa, 20 Juli 2010

Agar Anak Lebih Berani

VIVAnews - Geram menyaksikan kekerasan terhadap anak-anak di sekolah? Anda tidak sendiri. Semua orangtua tentu tak ingin anak mereka mengalami kekerasan di sekolah.

Menurut Rabbi Shmuley, konselor keluarga seperti dikutip laman Oprah.com, anak-anak sekarang cenderung lebih aresif, karena terpengaruh tontonan TV, video games dan film. Pengaruh buruk ini banyak dipraktekkan anak-anak di sekolah.

Agar buah hati tidak menjadi korban sebagai orang tua, Anda harus lebih peka jika ada perubahan pada sikap anak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Anda curiga anak mengalami kekerasan.

1. Pancing anak bicara. Anak yang mengalami kekerasan akan merasa malu dan takut serta tidak ingin mendiskusikannya dengan orang lain. Sikapnya akan lebih diam dan malas ke sekolah atau tempat dia mengalami kekerasan. Jika Anda mencurigai perubahan sikapnya, pancing dia bicara. Jika ia mengaku mengalami kekerasan, mintalah ia menceritakan sedetail mungkin agar Anda mengetahui persoalannya dengan jelas.

2. Ajarkan anak untuk membela diri. Tumbuhkan keberanian pada anak untuk bisa membela diri jika mengalami kekerasan. Ajarkan juga padanya untuk berani mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. Jangan langsung melindunginya, hal itu akan membuatnya tidak mandiri. Tetapi jika kekerasan yang dialaminya parah dan berbahaya, baru Anda membantunya.

3. Yakinkan pada anak kalau ia bisa mengatasi permasalahan yang dialaminya dan Anda selalu ada di sampingnya untuk memberikan rasa aman.

4. Jangan ragu bertindak. Jika kekerasan yang dialami anak sangat parah hingga menimbulkan trauma fisik dan mental Anda harus menindaklanjuti secara serius. Jika terjadi di sekolah, segera hubungi guru atau kepala sekolahnya. Apabila anak mengalami trauma berat, jangan segan untuk segera membawanya ke psikolog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar