IP

Minggu, 17 Oktober 2010

Tips Terhindar dari Kriminalitas Saat Haji

VIVAnews -- Meski pergi dengan niat beribadah ke tanah Suci, cobaan bisa saja dialami para jamaah haji Indonesia.

Salah satunya, jadi korban peristiwa kriminal -- baik ketika berada di Mekah, Madinah maupun Jedah.

Untuk menghindari terjadinya peristiwa kriminal, Kepala Daerah Kerja Madinah, Subakin Abdul Muthalib memberikan tips sebagai berikut:

1.Calon haji jangan membawa uang dalam jumlah banyak saat akan ke Masjid Nabawi. Membawa uang untuk membeli air mineral sekitar 10-20 riyal saja sudah cukup.

"Intinya kita ibadah saja, jangan pikirkan yang lain-lain dulu," kata Subakin.

2. Karena baru tiba di tempat yang asing, kenali dan hafalkan gedung pemondokan. Upayakan catat nama gedungnya dan nomor sektornya. Catatan ini akan diperlukan bila sewaktu-waktu anda lupa.

3. Hafalkan jalan menuju dan pulang dari Masjid Nabawi. Ingat lewat pintu nomor berapa anda masuk Masjid dari situ pulalah sebaiknya anda keluar agar tidak bingung. Belokan apakah belok kanan atau belok kiri dan berapa kali belokan sebaiknya diingat karena gedung-gedung di sekitar Nabawi nyaris seragam.

4. Kalau tersesat jalan, jangan tampak bingung. Langsung cari petugas haji Indonesia yang banyak bertugas di Masjid Nabawi.
Petugas haji Indonesia dari Kementerian Agama yang resmi mengenakan seragam kemeja biru muda dipadu celana biru tua. Kemeja dilengkapi nama dan bendera merah putih kecil di lengannya.

Bila memakai rompi atau jaket warnanya biru tua bertuliskan, `Petugas Haji Indonesia` di bagian belakang bendera merah putih di dada.

Sementara petugas dari kesehatan mengenakan kemeja warna putih dan celana biru dongker. Rompi berwarna abu-abu tua dan jaket berwarna biru benhur. Lambang bendera merah putih di dada serta tulisan `Petugas Haji Indonesia` di punggungnya.

5. Upayakan pergi dan meninggalkan Masjid Nabawi tidak sendirian, selalu bersama-sama teman atau rombongan, jangan berpencar, lebih baik saling menunggu bila salah satu teman belum selesai dengan urusannya.

6. Jangan mudah percaya terhadap tawaran-tawaran ataupun bantuan orang yang tidak dikenal meskipun orang itu pandai berbahasa Indonesia dan memakai batik.

(Departemen Agama)

• VIVAnews

Sabtu, 16 Oktober 2010

10 Cara Mudah Menjadi Lebih Bahagia

VIVAnews – Banyaknya persoalan hidup yang Anda alami seringkali membuat pikiran dan perasaan terasa menyiksa. Akibatnya, Anda menjadi tidak bahagia.


Bila Anda sering mengalami hal itu, jangan langsung merasa putus asa. Sebab, semua masalah bisa dicari jalan keluarnya. Anda pun bisa terlepas dari suasana tidak menyenangkan, dan membangun kembali kebahagiaan dengan cepat.

Sejumlah pakar psikologi Amerika Serikat berusaha mengungkapkan rahasia kebahagiaan manusia. Hasilnya, mereka menemukan 10 cara agar Anda merasa lebih bahagia, seperti yang dimuat dalam jurnal The Science Psychology.

Cara untuk mendapatkan kebahagian juga tidak sulit. Merasa bahagia bisa dimulai dari hal-hal kecil. Menurut penelitian itu, orang-orang yang dapat menikmati kebahagiaan melalui hal-hal sepele, justru bisa lebih mudah mengatasi penyakit. Sehingga, mereka yang bisa menikmati kebahagiaan lewat hal kecil, usianya lebih panjang sekitar tujuh tahun.

Berikut ini sepuluh hal bisa Anda lakukan untuk mencapai kebahagiaan:

1. Senang berbagi pikiran dengan orang lain.

2. Bercerita tentang kenangan menyenangkan.

3. Jangan takut memuji diri sendiri.

4. Memfokuskan hati dan pikiran pada sesuatu yang menyenangkan.

5. Pikirkan segala sesuatu dengan positif.

6. Lakukan hal-hal bisa mengubah mood negatif menjadi positif, misalnya melakukan hobi atau kumpul bareng teman.

7. Berani menjadi bahagia, bahkan saat suasana tidak menyenangkan.

8. Rayakan kemajuan-kemajuan yang Anda capai dalam kehidupan.

9. Jangan murung, jangan takut, dan jangan ragu.

10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin. (pet)

VIVAnews

Selasa, 12 Oktober 2010

TENSES (PART2)

PAST TENSES

1. Simple Past Tense

Form: S + V2
S + did + not + Vbi (negative)
Ex:
Single time in the past.
Yesterday, I met her in Beringharjo.
General thruth in the past.
Soekarno was our president
Habitual action in the past.
Several years ago The rivers alwayas flow.

2. Past Continous Tense
Form: S + was/were + Ving
Ex:
Menyatakan aktifitas yang sedang berlangsung pada masa lampau.
She was earing banana when my mother called me yesterday
Menyatakan aktifitas yang berangsur-berangsur terjadi pada waktu lampau.
The wind was blooming harder

3. Past Perfect Tense

Form: S + had + V3
Menyatakan suatu pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan ketika peristiwa lain sedang terjadi.
The thief had escape, before the police came.

4. Past Perfect Continous Tense

Form: S + had + been + Ving
Ex:
Menyatakan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu lampau dan peristiwa itu masih berlangsung ketika peristiwa lain terjadi.
Marry had been sleeping for two hour when I visited her last night